Sumber catatan: Tempo – Banjir Dana KDMP
Rp 200 T di alihkan ke Bank-bank BUMN, tapi KDMP mandek dari sisi pembiayaan. Dari Himbara langsung ke desa merah putih, bangun fisik, modal kerja.
Target 80.000 koperasi, kebanyakan entitas baru. HIMBARA sudah melakukan penyaluran tapi ke koperasi yang sudah ada, tapi di rebranding menjadi koperasi Merah Putih. Track record sudah ada.
Debitur harus memiliki track-record; pinjaman, omset, transaksi. Padahal ini koperasi baru. Ini pangkal masalah.
Jalan Pembiayaan KDMP:
8 Asta Cita Prabowo: (1) HAM, (2) Pertahanan, (3) Lapangan Kerja, (4) SDM, (5) Hiliisasi Industri, (6) Membangun dari desa, (7) Reformasi politik, hukum, dll, (8) Alam dan Toleransi
Purbaya memindahkan sisa uang Rp 200 T ke Bank Himbara. Jika Bank meminjamkan ke KDMP, bunga yang Bank harus bayar ke pemerintah hanya 2%, dari awalnya 4% (Sept ‘05). 16.000 KDMP sudah mengajuka. Tapi ternyata HIMBARA sebaga Bank tidak bisa, untuk memberi pinjaman mereka harus tahu dulu portofolio debiturnya, seperti pinjaman, omset, transaksi, dll. Tapi kebanyakan KDMP masih baru.
Lalu Presiden meminta solusi, akhirnya resiko itu di tanggung oleh PT. Agrinas, yg fokus pada pembangunan gedung dan gudang koperasi dan kelengkapan lainnya. PT. Agrinas mendapatkan pinjaman Bank melalui skema pinjaman sindikasi, dimana Bank-bank bersama-sama meminjamkan dan menanggung resiko jika terjadi gagal bayar.
Impress no. 17, 2025, 22 Oktober 2025:
- Penunjukan PT. Agrinas Pangan Nusantara melakukan pembangunan fisik; gerai, pergudangan dan kelengkapan KDMP.
- TNI sebagai pengaman proyek tersebut
Pendanaan:
- Maret 2025: Inpres No. 9 tahun 2025 tentang percepatan pembentukan KDMP. Dari Koperasi untuk swasembada pangan dan pembangunan dari desa. Target 80rb KDMP. Fokus, tapi tidak terbatas, pada kegiatan bisnis:
- kantor koperasi, sembilan bahan pokok, simpan pinjam, klinik, apotek, cold storage/ pergudangan, dan logistik
- Agustus: Modal kerja Rp 16 Triliun untuk HIMBARA yang melakukan pembiayaan kepada KDMP: masa sri mulyani
- Sept: Modal kerja Rp 200 T: Purbaya
- Okt: Modal kerja Rp 240T sampai tahun 2029
- Rp 60T: Pinjaman sindikasi Bank-bank untuk PT. Agrinas. Target 20.000 koperasi.
- Per November sudah 7rb KDMP. Pertengahan Nov jadi 15.000. November target 20rb gerai. Maret selesai 80rb titik. 3 jenis bangunan; gudang, apotik, dan toko seperti mini market.
- Melibatkan TNI. Anggaran per loksai Rp 3 M.
- Dapat furnitur, mobil angkut (truk, pick up, motor 3)
- Pembangunan menggunakan warga desa
- PT. Agrinas Pangan (bukan ikan, dan sawit). Mereka dulunya perusahaan konstruksi. Kementerian PU juga terlibat.
- Tidak melalui proses tender
- Surat Jaminan Dana Desa:
- syarat mengajukan pinjaman: Syarat administratif:
- Koperasi sudah berbadan hukum dan aktif
- Memiliki Nomor Induk Koperasi (NIKop)
- Memiliki NPWP atas nama koperasi
- Memiliki rekening bank koperasi
- Menyusun rencana usaha (business plan) yang layak dan realistis
- Plafon pinjaman: Hingga Rp 3 miliar per koperasi
- Suku bunga: Rendah, yakni 6% per tahun
- Tenor pinjaman: Maksimal 6 tahun (72 bulan)
- Grace period: Sekitar 6–8 bulan sebelum angsuran dimulai


0 Komentar